Kamis, 01 November 2018

Pendidikan dan Pengajaran


Salah satu hal yang saya dapatkan dari perkuliahan saya dengan Bapak Moh Aniq KHB S.Pd.,M.Hum,dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan. Salah satu yang akan saya kutip dari materi yang diberikan dalam pembuka dalam tatap muka kali ini adalah “Pendidikan dan Pengajaran Ki Hajar Dewantara”

Pendidikan adalah suatu hal atau upaya dan daya terus menerus memajukan: 1) budi pekerti atau karakter, 2) berhubungannya intelektual, 3) raga atau tubuh. Pendidikan adalah dengan dasar dari upaya umum akhlak, budi pekerti, intelektual lalu dalam pengertian itu ada di permukaan pengajaran. Pengajaran sendiri adalah bagian dari pendidikan karena pendidikan bahasa sederhananya adalah tuntunan bukan tontonan, dalam bahasa lain Ki hajar dewantara mengajatakan bahwa pendidikan adalah pengayoman/ mengayomi. Pengertian pengajaran adalah Pendidikan dengan cara memberi ilmu atau pengetahuan agar bermanfaat bagi kehidupan lahir dan batin.

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ” atau “qul a'żu birabbin-nās”  tidak cenderung pada didahulukan malikin-nās s atau ilāhin-nās dulu tapi Robbun dulu. Ditunjukan sifat-nya yaitu malik artinya pemilikkan. Sifat yang lebih unggul  ilāhin-nās. Namun tidak menunjukkan ilāhin dulu bukan Robbun dulu. Penyakit psikis yang diceritakan di alquran yang paling heboh untuk manusia satu tapi awal yah ragu-ragu dan terakhir itu ialah ragu-ragu.

Buktinya pada Al-qu’ran surat albaqarahAlif lām mīm żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn” (tidak ada keraguan), jadi sifat manusia yaitu ragu-ragu ditunjukan penyakit yaitu ragu-ragu ditutup dengan disurah an-nas juga adanya ragu-ragu. Awalnya ragu-ragu dan akhirnya juga ragu-ragu, cara menangainya yaitu żālikal-kitābu yaitu tunjukan al-kitab atau catatan atau kepribadian tunjukan catatan atau kepribadian kamu. Setelah ditunjukkan ditutup dengan “birabbin-nās” cara mengatasinya “birabbin-nās”.

Pendidikan adalah sebuah tuntunan atau pengajaran dalam hidup dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan. Penagajaran sendiri dengan cara pendidikan sebagai ruang yang luas, sedangkan jika pengjaran dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan. Tuntunan dalam pendidikan banyak cara seperti tuntunan cara-cara pengajaran atau cara-cara pemahaman.
Jadi, pendidikan memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan guna membangun bangsa secara sistematis ke arah yang lebih baik dengan cara melihat keadaan yang tidak dikehendaki saat ini dan kemudian menentukan tujuan serta langkah yang dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang dikehendaki dimasa yang akan datang.

Sekian reportase yang saya buat tanpa mengurangi rasa hormat Bapak Moh Aniq KHB S.Pd,.M.Hum, Saya ucapkan permohonan maaf apabila menyinggung dalam penulisan diatas. Terima kasih atas kesempatannya untuk membaca tulisan saya.


Link tugas filsafat ke 4 :
2. 15120007 Ismaul Amalia
4. 15120040 Nur Tri Atika
6. Dewi Krisdiyanti 15120285
7. Atik Budiarti 15120010
8. Febydwiangrainy. 15120029
9. Mahmudi 15120018
10.Abdul Ghofar 15120024
12 Devi Endah Prastiwi 15120441
14. Martiya zulfa risty (15120039)
18. Dyah Saraswati (15120364)
19. Eko nur fatoni (15120020)
21. Hadiah hana putri 15120481
22. Susilo bayu
23. Lina Muntasiroh
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani
25. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
27.15120023 Bayu Saputro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar