Kamis, 27 September 2018

FILSAFAT


Salah satu hal yang saya dapatkan dari perkuliahan saya dengan Bapak Moh Aniq KHB S.Pd., M.Hum,dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan. Salah satu yang akan saya kutip dari materi yang diberikan dalam pembuka dalam tatap muka kali ini adalah tentang Filsafat dan Akal.
Pengertian filsafat secara umum adalah suatu kebijaksanaan hidup (filosofia) untuk memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh berdasarkan refleksi atas pengalaman hidup maupun pengalaman ilmiah. Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan karena memiliki logika, metode dan sistem. Namun filsafat berbeda dari ilmu-ilmu pengetahuan kehidupan lainnya oleh karena memiliki obyek tersendiri yang sangat luas.
Sebagai contoh, dalam ilmu psikologi mempelajari tingkah laku kehidupan manusia, namun dalam ilmu filsafat tidak terbatas pada salah satu bidang kehidupan saja, melainkan memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh yaitu tentang hakiki hidup yang sebenarnya. Pandangan hidup tersebut merupakan hasil pemikiran yang disusun secara sistematis menurut hukum-hukum logika.
Terdapat 3 unsur dimana manusia membuat kesepakatan tentang letak dimana akal, dimana hati, dan dimana syahwat. Tetapi 3 hal tersebut belum membuktikan kebenarannya. Mengenai akal,
Apa itu Akal ? Akal adalah daya berfikir yang ada dalam diri manusia dan merupakan arti berfikir, memahami, dan mengerti. Akal atau dari Bahasa Arab “Aql’ yang ssecara harfiah berarti mengingat dan memahami hal-hal. Alasan lain adalah pemahaman tentang kekuatan pikiran , kemampuan untuk melihat bagaimana memahami lingkungan atau dengan kata lain dari pikiran dan kenangan. Kadang manusia menggunakan akalnya tidak disadari oleh hati yang baik sehingga menggunakan akalnya untuk hal-hal buruk atau tidak sesuai dengan moral dan yang diajarkan oleh agama.  Dari sebagian masyarakat mengungkapkan jika otak manusia terbagi menjadi 2 bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Dan ada yang mengungkapkan bahwa jika kita dapat menyeimbangkan antara kedua otak tersebut dengan melalui olahraga tertentu misalkan dengan olahraga jari yang digerakkan bersamaan dengan arahan yang berbeda. Olahraga jari (yang dapat mengolah otak kanan dan otak kiri)dimainkan dengan jari kelingking dan ibu jari, lalu tangan kanan (menggunakan jari kelingking) dan tangan kiri (menggunakan ibu jari) dan sebaliknya. Dimainkan dengan cepat sehingga dapat mengetahui kemampuan manusia yang memiliki akal berbeda-beda. Dari ungkapan beberapa orang dengan hal kemampuan seseorang tidak dapat diukur dengan permaina seperti itu, contohnya bapak presiden kita yang ke-3 bapak presiden BJ.Habibie beliau adalah orang cerdas dan dapat menciptaakan pesawat dan apakah beliau jika tidak memainkan permainan tersebut dikatakan tidak cerdas ? Dengan demikian dengan adanya permainan tersebut itu tidak bisa untuk megukur sebuah kecerdasan sesseorang.
Berikutnya mengenai hati , Apa itu Hati? Hati adalah  kemampuan untuk menerapkan perintah-perintah moral didalam konteks kehidupan sehari-hari manusia.  Lalu mengenai Syahwat, Apa itu syahwat? Syahwat adalah tabiat yang telah ada sejak awal pada diri manusia. Syahwat (atau yang lumrah disebut hawa nafsu) ini tidak dimusnahkan ,karena ia telah tertanam pada diri manusia. Dalam  Al-Qur’an nafsu dibagikan kepada 3 jenis yaitu :
1.       Nafsu ammarah bissu’
2.     Nafsu lawwamah
3.      Nafsu mutmainah
salah satu yang dibahas adalah nafsu baik yaitu nafsu mutmainah, nafsu ini adalah nafsu yang membuat pemiliknya tenang dalaam ketaatannya. Nafsu ini telah mendapat rahmat Allah SWT dan manusia yang mendapatkan nafsu ini akan mendapat reda Allah SWT di dunia dan akhirat. Orang yang memiliki nafsu mutmainnah dapat mengawal nafsu syahwat dengan baik dan senantiasa cenderung melakukan kebaikan. Contohnya nafsu makan, nafsu yang baik namun jika berlebihan akan menimbulkan nafsu yang tidak baik). Manusia merupakan makhluk sempurna berbeda dengan iblis, malaikat. Iblis hanya memiliki syahwat dan malaikat memiliki akal tetapi tidak memiliki syahwat. Sedangkan manusia memiliki keduanya, oleh karena itu kita sebagai manusia harus dapat mengatur nafsu atau syahwatnya karena jika tidak dapat mengaturnya bisa dikatakan manusia itu seperti iblis yng memiliki sifat serakah dan berlebihan.

Lalu membahas tentang apa itu Epistemik, epistemik merupakan filsafat yang berkaitan dengan asal pengetahuan,sifat,serta jenis-jenisnya. Pengetahuin yang dimaksu yaitu yang bergantung pada pemahaman tentang pengetahuan yang ilmiah dibangun dan memegang kepercayaan tentang pengetahuan ilmiah tersebut.

          Sekian reportase yang saya buat tanpa mengurangi rasa hormat Bapak Moh Aniq KHB S.Pd,.M.Hum, Saya ucapkan permohonan maaf apabila menyinggung dalam penulisan diatas. Terima kasih atas kesempatannya untuk membaca tulisan saya.

Link kelas 7a:


 1. Nuroh difallah
2. FadilaNurfi A 15120322
3. Ismaul Amalia 15120007
4. Ahmad Haris Hidayat 15120334
5. Dhimas oeka
6.Bagas Panur Permana 15120382.
7. Dewi Krisdiyanti
8. Eko Nur Fatoni/15120020
9. Atik Budiarti 15120010.
10. Khafidzoh Asfihani 15120008
11. Nailul Fauzziyah 15120405
12. Ibnu masud 15120218
13. Riskha Khoirul Ulya 15120219
14. Mahmudi
15. Nur Tri Atika (15120040)
16.feby dwi angrainy 15120029
17. Martiya zulfa risty 15120039
18. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
19. Sukma Rudi Nugroho 15120212
20. Neneng Zuliasih 15120016
21. Susilo bayu m.
22. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450
23. Lina muntasiroh
24. Dyah Saraswati 15120364
25.hadiah hana putri 15120481 
26. Anisa Rona Soraya 15120447
27. Bayu Saputro 15120023
28. Abdul Ghofar
29. Devi Endah Prastiwi 15120441